Comments Off

Perangkat e-KTP di Jakarta Barat Baru Masuk ke 15 Kelurahan

Sudah molor lima hari dari jadwal, sampai hari ini belum semua kelurahan di Jakarta Barat mendapat perangkat pembuatan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Dari 56 kelurahan, baru 15 kelurahan yang mendapat perangkat secara lengkap. Itu pun jumlahnya hanya satu buah per kelurahan.

Ke-15 kelurahan itu adalah Rawa Buaya, Tomang, Tanjung Duren Selatan, Damar Baru, Taman Sari, Pinangsia, Duri Utara, Tanah Sereal, Angke, Pekojan, Kebon Jeruk, Kedoya Utara, Kedoya Selatan, Kota Bambu Utara, dan Kemanggisan. “Sebetulnya 56 kelurahan sudah terima perangkat e-KTP. Tapi baru 15 kelurahan yang lengkap perangkatnya,” kata Kepala Subdinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat Ahmad Fauzi, Jumat, 5 Agustus 2011.

Tiap kelurahan, kata Fauzi, mendapat perangkat e-KTP dengan jumlah yang tidak sama. Antara dua sampai tiga perangkat, tergantung pada banyaknya jumlah warga di kelurahan itu.

Fauzi tidak bisa memastikan kapan e-KTP mulai dilakukan Jakarta Barat. Meski perangkat sudah lengkap, masih diperlukan waktu cukup panjang untuk proses perakitan, pemasangan jaringan, penginstalan perangkat lunak, dan uji coba. “Saya belum berani ngomong kapan uji cobanya. Masih panjang ceritanya untuk sampai ke uji coba.”

Kini baru Kelurahan Tomang yang memiliki satu perangkat e-KTP siap pakai, siap jaringan internet ataupun daya listrik. Rabu lalu, Kelurahan Tomang sudah mencoba perangkat e-KTP terhadap lima orang. “Yang susah saat memindai retina mata. Harus melotot dulu baru terpindai. Tapi secara umum sudah bisa beroperasi perangkatnya,” kata Lurah Tomang, Joko Mulyono.

Kelurahan lain tidak seberuntung Tomang. Kemanggisan, misalnya, perangkat e-KTP sudah lengkap dari awal pekan kemarin. Namun sampai hari jaringan Internet belum juga terpasang. Sebelum menerima peralatan itu, Lurah Kemanggisan Yusuf mengira ukuran perangkat kecil. Karena itu dia menyediakan satu ruang di dalam kantor kelurahan. Setelah semua perangkat datang, dia baru menyadari bila proses pembuatan e-KTP tidak bisa dilakukan di ruangan itu. “Peralatannya besar, jumlah warga yang akan buat e-KTP sampai 300 orang. Jadinya alat dipindah ke aula.”

Dengan dipindahnya perangkat itu, pemasangan jaringan Internet pun tertunda. Rencananya, petugas baru akan menyambungkan kabel Internet dengan perangkat pada hari ini. “Kalau sekarang petugas tidak datang, kami tunggu hingga hari Minggu. Asal hari Senin sudah bisa uji coba,” ujarnya.

Mengenai formulir pemanggilan warga untuk membuat e-KTP, Fauzi mengaku belum menyebarkannya. Alasannya, belum semua kelurahan memiliki perangkat e-KTP secara lengkap. “Kalau lima belas kelurahan sudah memproses e-KTP, nanti kelurahan lain protes. Jadi kami tunggu semuanya lengkap dulu.”

CORNILA DESYANA – Tempointeraktif

Kelurahan Keluhkan Pemasangan Alat E-KTP yang Berbelit

Kepala Satuan Pelaksana Kependudukan Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rahmat Almujani, mengeluhkan prosedur pemasangan peralatan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang berbelit. Sebab, kata dia, setiap komponen peralatan e-KTP ditangani instansi yang berbeda sehingga membuat proses pemasangan menjadi lama.

“Satu instansi khusus pasang komputer saja. Yang pasang jaringan Internet beda lagi. Yang pasang listrik juga beda,” kata Rahmat.

Imbasnya, menurut Rahmat, hingga saat ini kelurahan Cipinang Cempedak belum dapat melaksanakan uji coba pembuatan e-KTP. “Masih menunggu pemasangan instalasi listrik. Yang urus itu kan suku dinas,” ujarnya.

Sedangkan peralatan lainnya, seperti komputer, kamera, pemindai retina mata dan sidik jari, serta jaringan Internet sudah selesai terpasang. “Komputer yang pasang itu Sucofindo, dan Internet yang pasang Indosat,” kata dia.

Kelurahan Cipinang Cempedak merupakan salah satu kelurahan percontohan program pembuatan e-KTP. Menurut Rahmat, ada sekitar 30 ribu warga yang wajib membuat e-KTP di kelurahan ini.
Pembuatan e-KTP ini merupakan program dari Kementerian Dalam Negeri. Semula, Kementerian Dalam Negeri menjadwalkan program ini bisa dilaksanakan mulai 1 Agustus 2011, tetapi pelaksanaanya terlambat karena peralatannya belum lengkap.

Camat Jatinegara, Muchtar, mengatakan kelurahan-kelurahan di Jatinegara masih menunggu pemasangan listrik. “Secara keseleruhan alat sudah ada. Tinggal listrik,” ujarnya.

ANANDA BADUDU-Tempointeraktif


Perangkat e-KTP Jakarta, Dikeluarkan dari Bea Cukai 6 Agustus 2011

Bea Cukai Soekarno-Hatta membantah menahan perangkat kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berupa perekam sidik jari dan retina mata. Peralatan tersebut belum bisa dikeluarkan lantaran Bea Cukai Soekarno-Hatta belum menerima pengajuan pengurusan barang dari importir.

“Pada prinsipnya kami melayani dan mengawasi pengiriman barang, namun kami baru menerima pengajuan pengurusan barang dari importir secara resmi tadi pagi, ,”kata Oza Olavia, Kepala kantor pelayanan Bea dan Cukai Soekarno-Hatta dihubungi Tempo sore ini, Sabtu 6 Agustus 2011.

Oza memastikan perangkat e-KTP Sabtu sore ini sudah bisa keluar dari Bea dan Cukai setelah dokumen pengurusan barang lengkap dan biaya kepabean dibayarkan melalui bank. “Prinsipnya kami cepat melayani, sepanjang dokumen lengkap, jangan dibilang nyantol di sini (Bea Cukai),” ujar Oza yang baru beberapa pekan menduduki pucuk pimpinan di Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Menurut Oza ada beberapa importir yang mengurus namun pihaknya tidak bersedia menyebut termasuk dari negara mana alat e-KTP tersebut didatangkan.

Seperti dilaporkan sebelumnya, uji coba e- KTP di sejumlah daerah berulang kali gagal dilaksanakan karena banyak peralatan yang belum datang.

Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman kemarin menyatakan perangkat itu belum bisa dikeluarkan dari Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Kementerian Dalam Negeri menargetkan program e-KTP yang diawali dengan pemutakhiran data kependudukan, dimulai per 1 Agustus 2011.  Namun alat perekam sidik jari dan retina mata belum didistribusikan ke daerah. Menurut Irman, pendistribusian perangkat diutamakan untuk DKI Jakarta pada pekan ini.

Adapun alat untuk daerah lain baru didistribusikan mulai pertengahan Agustus, termasuk Kota Tangerang sedianya akan menerima hibah peralatan pada 15 Agustus 2011 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan catatan sipil Kota Tangerang Rina Hernaningsih setelah menerima perangkat maka pada 18 Agustus Pemkot mulai menjadwalkan pembuatan KTP baru dengan e-KTP. “Kami akan bekerja ekstra keras untuk melayani pembuatan e-KTP bagi 1,3 juta jiwa warga Kota Tangerang di 13 kecamatan,” kata Rina kepada Tempo.

Rina mengatakan Kota Tangerang telah siap, dan telah melaksanakan simulasi dan melatih sejumlah operator. Kota Tangerang akan menerima 95 set peralatan, 66 set adalah pinjaman.

AYU CIPTA-Tempointerkatif

Filed in: Artikel Berita Tags: , , , , , , ,

Related Posts

Bookmark and Promote!

© 2014 e-KTP , KTP Elektronik Indonesia. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.